Bab 90. Bukan Mimpi

1701 Kata

Menjelang sore berganti malam, Karina sudah sampai bersama Brahm tepat di depan Vila yang ditempati Bianca dan Edward. Kedatangan mereka langsung disambut hangat oleh Bianca yang membuka kedua tangannya, dirinya memang merindukan menantunya itu. “Halo, Karin. Mama kangen banget sama kamu.” Merangkul dan mengecup pipi kiri dan kanan Karina, disambut dengan perlakuan yang sama oleh Karina. Bagi Bianca memiliki menantu seperti Karin adalah karunia dari Tuhan yang memberinya seorang anak perempuan. Saat muda, sebulan sebelum melahirkan Brahm, dokter menemukan tomor di dekat dinding rahimnya. Tidak mau menanggung resiko, Brahm dilahirkan lebih cepat dari prediksi lalu dilakukan pengangkatan tumor dan juga rahimnya bersamaan. Maka dari itu, Steve dan Bianca tidak lagi mempunyai anak. Wajah Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN