Setelah beberapa kali bujukan, akhirnya Karina menyerah dan menyetujui keinginan Brahm. Inilah satu kekurangan sekaligus kekuatan seorang Brahm. Kegigihannya dalam bernegosiasi jangan diragukan lagi kemampuannya. Meskipun memaksakan kehendaknya, namun lawan bicara Brahm cenderung mengalah karena rasa takut mereka dengan kharisma Brahm. Tinggal satu yang masih mereka perdebatkan, yaitu mengenai tempat tinggal Karina. Brahm memaksa agar Karina kembali ke rumah meskipun mereka tidak lagi tidur sekamar, namun Karina mengatakan kalau ia masih belum merasa nyaman untuk pindah ke kamar itu lagi. Menjelang sore, lagi-lagi Karina dipanggil ke ruangan Brahm. Kalau dulu mungkin Karina akan datang meskipun tidak disuruh, namun sekarang jantung Karina selalu berdevar kencang setiap kali Brahm meminta

