Beberapa minggu ini, Meira selalu menyusul kemana Brahm pergi, tidak sulit baginya melakukan hal itu, ia tinggal menyuruh salah satu anak buah papa-nya untuk mencari tahu keberadaan Brahm. Meira akan mendekati Brahm ketika Leon tidak menemani Brahm tugas keluar kota. Seperti sekarang ini, disela jam makan siang, ia berdiri tepat didepan Brahm. "Hai, Brahm, kita bertemu lagi." Jengah melihat kehadiran Meira, Brahm mulai kesal karena makan siangnya terganggu. "Apa kamu mengikutiku, Meira!" Brahm nampak kesal sekali, dalam hatinya ia sangat curiga kalau Meira pasti mengikutinya. Sedangkan Meira menunjukkan wajah seperti wanita polos yang tidak merasa bersalah menyembunyikan rencana jahatnya. "Kok kamu gitu sih, ini karena kita memang jodoh, Brahm. Mengapa tidak kamu sadari kalau kita akan

