Brahm dan Karina masih tidur berpelukan hingga pagi menjelang. Pergulatan mereka semalam benar-benar menguras tenaga keduanya. Brahm benar-benar tidak menyangka mabuknya Karina membuatnya kewalahan sekaligus juga menyenangkan. Tidak dipungkiri dirinya bahagia dapat melewati malam panas seperti semalam. Brahm terbangun lebih dulu, perlahan bergerak untuk melihat jam berapa sekarang. Ternyata sudah jam 10 pagi yang artinya semua orang pasti sudah bangun. Ia kembali memeluk dan mengecup pipi Karina, berdoa dalam hatinya ketika Karina bangun dan melihat keadaan mereka, Karina tidak salah paham. “Ehm..” Karina bergumam menggeliat, lalu memegang pelipisnya. “Aw! Kepalaku pusing.” “Masih pusing? Kamu mabuk banget semalam, Sayang.” Mendengar suara Brahm yang begitu dekat, Karina membuka kelopa

