Mas Andro memelukku dari belakang. Sapuan bibirnya sesekali menerpa pipi kananku bahkan aku sedikit geli dengan sapuan jambangnya. Dia membalik tubuhku, menarik tanganku sehingga kami duduk di sofa. Lalu dengan gerakan pelan kedua tangannya memegang kedua pipiku. Mengelusnya dengan lembut. Ada senyum manis pada bibirnya dan otomatis aku pun tersenyum. Dan jangan ditanyakan lagi, aksi cium mencium akan kembali kami lalukan. Mula-mula Mas Andro hanya menempelkan bibirnya di atas bibirku secara berulang-ulang. Kecupan ringan sebagai pembuka yang lama-kelamaan digantikan dengan aksi memagut dan berakhir dengan lumatan dalam, basah dan bikin ketagihan. Jangan lupakan permainan lidahnya saat menggoda lidahku. Sungguh Pak Manajer ini benar-benar pandai bersilat lidah. He is good kisser. Dan aku

