My Crazy Office Girl *Andromeda Bagaskara* Gadis cilik itu terus saja menangis dengan sesenggukan. Sesekali dia mengelap air mata dan ingusnya yang ikut keluar. Aku mengulurkan sapu tanganku padanya. “Bajumu udah kotor, udah gak bisa lagi nampung ingus. Nih, pakai punyanya Mas.” “Makasih, Mas Ando.” “Andro!” “Ando?” “Andro! Udah tujuh tahun masih belum bisa bilang ‘R’.” Gadis itu hanya bersungut-sungut lalu mengeluarkan ingusnya lagi dengan sapu tanganku. “Nih.” Dita kecil menyerahkan sapu tangan padaku. “Jorok, cuci dulu baru balikin sama mas.” “Oke.” “Mau pulang?” Dita menggeleng. “Mau nunggu Bapak sama Ibu saja.” “Oooo.” “Mas Ando gak balik ke pesta?” “Malas, udah aku usir semua orang sama Juwita juga.” “Kasihan Mbak Juwi, Mas Ando kok galak.” “Kamu jangan polos gitu d
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


