Dua Belas

862 Kata

Satu jam berlalu dengan cepat. Jeslyn berdiri di depan cermin kecil yang menempel di balik pintu lemari arsipnya. Ia merapikan blouse putihnya, menyelipkan rambut yang membandel ke belakang telinga, lalu memandangi bayangan dirinya sendiri. “Tunjukkan kelasmu, Jes,” bisiknya pelan. “Bukan hanya pada klien. Tapi pada dia. Terutama Aligator itu.” Langkah kakinya mantap saat keluar dari ruangan. Setiap detik di sepanjang koridor menuju ruang meeting terasa seperti pertarungan batin, antara sisi profesionalnya yang ingin membuktikan diri, dan sisi emosionalnya yang masih bergetar karena perlakuan Leonel sebelumnya. Saat ia mendorong pintu ruang meeting, beberapa kepala menoleh ke arahnya. Ada para eksekutif, dua investor asing, serta Jefran yang duduk di sisi kanan. Di ujung meja oval besar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN