Senyum mengembang di bibir cherry Sky. Seandainya mereka tidak berada di depan gerbang sekolah gadis itu, Julian pasti akan menciumnya. Pemuda itu mengerang kesal dalam hati. Yang dapat dilakukannya sekarang hanyalah mengusap pucuk kepala bersurai pirang gadisnya kemudian mengacaknya gemas. "Belajar yang benar ya, baby," pesan Julian sebelum Sky memasuki halaman sekolahnya. "Jangan mau kalo diajak ribut sama Jesline." Gadis yang disebut namanya mendelik tajam. "Jes nggak congek ya, Bang. Jes denger ya apa yang Abang bilang barusan!" sahutnya tajam. Bibir gadis itu meruncing. "Oh denger ya, kirain nggak," balas Julian usil. "Abang!" jerit Jesline kencang. Membuat beberapa pasang mata mengarah pada mereka. Termasuk Edo yang sejak tadi memang sudah mengawasi mereka. Tangan Edo mengepal

