Sepasang alis cokelat itu mengernyit sebelum terangkat sebelah. Jesline meletakkan siku di meja untuk menopang kepalanya yang dimiringkan. Ia sedang memikirkan ide Edo yang menurutnya tidak berkualitas. "Ide lo kok biasa-biasa aja sih!" sungut Jesline, wajah cantiknya menekuk. "Lo nggak punya ide yang lain lagi apa?" Edo mendelik tajam. "Maksud lu apa bilang ide gue biasa-biasa aja?" tanyanya kesal. Mata abu-abu Edo membelalak, tak terima perkataan polos Jesline. "Gue udah susah-susah ya nyari ide kayak gitu. Enak banget lu ngomong ide gue biasa-biasa aja. Asal lu tau nyari ide nggak gampang, apalagi buat nggak ketahuan!" Edo mendengus. Pemuda itu membuang muka. Jesline terkikik. "Maaf, Do," ucapnya geli. "Habisnya ide lo kayak nggak bagus gitu." Edo menatap Jesline cepat. Seandainya s

