Bab 45

2091 Kata

Sandra mengizinkan Edo untuk menengok Julian. Ia ingin anak itu melihat bagaimana keadaan putra keduanya sesungguhnya. Syukur-syukur saat Edo menengoknya penyakit Julian tidak sedang kambuh. Juan juga tidak melarang, ia ingin tahu bagaimana reaksi baik Edo maupun Julian setelah mereka bertemu. Yeah, bisa dibilang kedua pemuda itu musuh bebuyutan. Setidaknya mereka pernah berinteraksi yamg berakhir dengan lebam-lebam di wajah Julian. "Kamu masuk aja ya, Jesline juga ada di dalam." Sandra mengantarkan Edo sampai di depan kamar Julian. Sandra juga membukakan pintu kamar Julian yang tidak terkunci. "Itu mereka!" Sandra menunjuk Julian yang sedang duduk di lantai kamarnya bersama Jesline. "Nggak apa-apa kalau aku masuk nih, Auntie?" tanya Edo sopan. Sandra mengangguk. Sebuah senyum terbit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN