"Kenapa sih. Gak ada yang ngbolehin aku ketemu Mommy?" Seorang anak yang hampir tidak pernah berinteraksi dengan dunia luar dan hanya tau tempat ternyamannya dalam pelukkan sang ibu jadi cemberut waktu dia 'diasingkan' seorang diri. Sebatang kara. Banyaknya orang di sini tidak membuatnya bahagia. Rasa dahaganya masih terus ada sebab, bukan mereka yang Zero cari. Dia menunggu sosok yang ada dalam hati. Jadi sebahagia apapun permainan. Meski tawa ke luar dari mulut tapi Zero tetap merasa ada yang kurang. Zero sudah mogok makan. Mogok bicara dan tidak mau main, berharap ada seseorang yang membawa ibunya kemari. Tapi hasilnya nihil. Di tangannya ada robot-robotan dari Sachi. Zero bilang mau main di sekitaran taman seorang diri. 'Kalau aku ke luar, mungkin gak ada yang tau.' Dugaan it

