Episode 1

671 Kata
Hari ini hari Minggu. Pagi hari Emira dan kawan-kawan yang kebanyakan laki-laki. Ah kebetulan pas tahun lahirannya barengan Emira kebanyakan lahir laki-laki. Jadi jangan heran kalau kebanyakan teman dari Emira adalah laki-laki. Pagi ini mereka sedang berada dilapangan basket. Tentu saja lapangan basket didepan rumah Emira dan Rasya. Mereka riuh kejar-kejaran berebut bola dan mencoba mencetak skor dengan melempar bola ke arah lubang jaring basket. Emira adalah cewek satu-satunya disana. Dengan rambut sebahu yang dikuncir kuda dengan lincah mendrible bola sambil berlari dengan gesit melewati lawan mainnya. Setelah dirasa pas posisinya, Emira melemparkan bolanya ke arah jaring lawan. Dan 3 point yang didapat Emira. Emira mengangkat tangannya "yeeah... " serunya. Kawan-kawannya ikut bersorak. Sedari tadi Emira bahkan tidak menyadari Rasya menontonnya dari balkon. Yang sedang menggeleng-gelengkan kepala. Antara takjub atau heran meliat cewek berbaju gombrong lincah banget main basketnya. Pandangan mereka bertemu saat Emira dan kawan-kawannya istirahat duduk di tepi lapangan. Ketika Emira mendongak sambil minum air dari botol mineral, saat itulah tatapan mereka bersinggungan. Tapi hanya sepersekian detik Emira putuskan pandang. Sedang Rasya, merasa ada yang aneh dalam jantungnya. Kok ritmenya tiba-tiba meningkat. Wah gak beres ini. Belakangan ini memang Rasya merasa penasaran dengan tetangga perempuan yang rumahnya diseberang sana. Makanya dia sering ke balkon. Hanya untuk melihat tetangga perempuan bernama Emira. Sedangkan Emira, biasa aja. Malah heran, ada cowok kok dirumah terus. Sudah sebulan gak mau gabung sama tetangga atau temen-temennya. Peluh keringat terlihat diwajah Emira, lelah. Emira meluruskan kakinya, menopang tubuhnya dengan tangan menyangga dibelakang. "Lih, tuh tetangga ajak main napa. Kasian dah sebulan dia disini gak punya temen." Ucap Emira kepada Galih yang sedang duduk disamping Emira. Menunjuk dengan dagunya ke arah manusia yang sedang berdiri dibalkon. Galih melihat ke arah balkon rumah Rasya, "Iya ya. Coba aku ajakin dah" ucap Galih sambil beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju rumah Rasya. Yang dari depan rumah Rasya Galih mendongak ke atas memanggil laki-laki yang masih setia berdiri di pinggiran balkon. "Bro!" Panggil Galih kepada Rasya. Rasya yang sedikit terkejut menundukkan kepala melihat gerangan yang teriak dibawah sana. "Bro, sini gabung main" ajak Galih sambil nunjuk ke arah Emira dan kawan yang lain duduk. "Iya bang, bentar ya." jawab Rasya yang langsung berbalik masuk dari balkon. Galih masih menunggu disana, hingga sosok Rasya membuka dan keluar dari pagar rumahnya. "Yuk kesana" ajak Galih lagi "Iya" jawab Rasya kikuk. Emira melihat mereka ngobrol selama perjalanan ke arah Emira dan kawan-kawan duduk. Mungkin sambil kenalan, sebab Emira lihat mereka berjabat tangan. "Gaes, ni kenalin tetangga baru kita. Namanya Rasya." Ucap galih memperkenalkan laki-laki disebelahnya. "Oo Rasya namanya, aku Jery." tangan Jery menyalami Rasya Begitu seterusnya Beni, Reno, Bagas, Ilham, Dani, Anung dan terakhir Emira. Mereka bukan satu angkatan, beberapa ada yang sudah lulus SMA. Yang saat ini digenggamnya tangan Emira oleh Rasya..maksudnya bersalaman perkenalan, tapi tangan Rasya kok lama menggenggam. Tatapannya pun gak lepas dari Emira. "Aku Emira..." Emira kikuk ditempat. Risih. "Mmm... Maaf" Ucap Emira, menarik tangan dari genggaman laki-laki yang bernama Rasya. Emira nyengir. Apa kabar jantung Rasya? "Oh aku Rasya". Rasya berikan senyum termanisnya untuk Emira. Tapi Emira nya biasa saja. Sepertinya Rasya ada rasa terhadap Emira. perempuan tomboy didepannya. Sebab debaran hati berpacu menyenangkan saat ini. Tapi melihat Emira kok cuek banget, yang sekarang malah bercanda dengan teman yang lain. Fix! disini Rasya merasa dikacangin. Mungkin belum jadi satu server sama mereka, maklum baru beberapa menit Rasya gabung sama mereka. Rasya selow saja ditempat sambil memperhatikan cara perempuan di depannya bicara dan tertawa. Ah Emira, enggak tau dimana tepatnya. Tapi ada yang menarik dari dirinya. Manis. Sambil memegang Hp, Galih bicara dengan Rasya. "Ra! eh Sya!" Ah galih bingung mau memanggilnya. Sebab dipanggil 'Ra' , Emira yang respon. Dipanggil 'Sya' kok kayak perempuan. Haha.. " Jangan dipotong-potong manggilnya, Rasya" Begitu Rasya menjelaskan. Oke baiklah. "Rasya, berapa nomor hp mu? mau aku masukin ke grup. mau kan?" tanya Galih. "Boleh" jawab Rasya sambil mengeluarkan Hp nya dari kantong celana pendeknya. __________________________________________ Happy reading, harap maklum yaa.. ini tulisan pertama. jadi maaf jika banyak kesalahan. mudah2an ceritanya menarik yaa..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN