Hellen menghela napas lega setelah mendengar ucapanku itu. Sedangkan aku sendiri hanya menyengir kuda kepadanya. Meski begitu dalam hati aku tetap bertanya-tanya mengenai kebenaran yang baru saja kudengar itu. Aku merasa yakin itu adalah suara raungan seekor monster. Namun bukan sebuah raungan biasa. Raungan itu seakan bercampur dengan gelombang kuat yang membuat kepalaku menjadi pening ketika mendengarnya. Raungan yang bergelombang begitu kuat dan kencang di udara. “Hei, kalian berdua, sedang apa di sana?!” Aku dan Hellen langsung menoleh ke arah suara panggilan itu. Perempuan pemandu kami tengah memanggil dari jauh bersama dengan siswa lainnya yang sudah berkumpul di sekitarnya. Sepertinya rombongan kami akan bergerak ke tempat selanjutnya. Aku dan Hellen salng menatap untu

