Aku dan Hellen melangkah melewati lorong yang sepi dengan hati-hati. Mengendap-endap menghindari beberapa orang yang berlalu lalang di tempat besar dan penting itu. Dengan berbekal insting dan ingatan mengenai arah gelombang suara yang masuk ke dalam kepalaku tadi, aku melangkah mencari tahu lebih lanjut. Kami berdua akan segera menyembunyikan diri jika mendapati kehadiran karyawan yang hendak berselisih jalan dengan kami. Entah berapa lama aku dan Hellen bermain petak umpet dengan semua orang itu, yang jelas kami akhirnya sampai pada tempat yang sepertinya merupakan tempat penting di perusahaan ini. Yang memasuki bagian lorong ini hanyalah orang-orang yang memiliki almamater berwarna putih panjang layaknya seorang dokter. Sepertinya tempat ini merupakan sebuah ruang penelitian y

