Part 83 Disinilah Kenzo berada, di sebuah ruangan bernuansa putih dengan bau obat-obatan yang tidak lain ialah ruangan rawat inap disebuah rumah sakit ternama. Kenzo terpaku menatap sang papa yang sedang tidur, dengan langkah yang pelan mencoba mendekati brangkar dimana papanya terbaring lemas tak berdaya. Hati yang dulunya diselimuti kebencian kian runtuh dan menjadi rasa bersalah yang kian mendalam. Tak disangka, sosok orang yang rela dibenci anaknya ternyata mengalami berbagai kepahitan di dalam hidupnya. Kebaikannya dimanfaatkan oleh ketiga istri dan anak-anaknya sampai sikap berubah seratus delapan puluh derajat. Kenzo tentu ingat bagaimana papanya perhatian padanya sewaktu kecil, rela tak ikut rapat pagi demi menjaga dirinya sakit dan disaat dia sedang susah, papanya pula yang m

