"Putri cepat bangun nanti kamu terlambat ke kampus, katanya masi ada yang mau di urus," ucap Jamilah mama Putri berteriak dari balik pintu kamar memanggil Putri.
tidak lama kemudian Putri pun bangun dan langsung pergi mandi dan bersiap-siap pergi ke kampus sekitaran 40 menit Putri pun sampai di kampus dan langsung berlari menuju ruangan Dosen.
tiba-tiba Putri tidak segaja menabrak seseorang. "Maaf-maaf saya tidak sengaja," ucap Putri meminta maaf kepada pria tersebut sambil mengangkat kedua tanganya.
"Kalau jalan itu pake mata jangan pake dengkul," ucap seseorang yang ternyata adalah saingan Putri di kelas.
"Saya kan suda minta maaf kenapa malah marah-marah, dasar cowo aneh," ucap Putri menatap Tegar.
"Kamu bilang aku aneh kamu yang aneh dasar cewek unik wajar saja tidak ada pria yang suka sama kamu dandananya saja unik begini, mana ada pria yang mau sama kamu," ucap pria tersebut dengan tatapan miring.
Putri pun mendengarnya langsung merasa kesal.
"Kamu dengar ya, walaupun dandanan saya unik begini tapi saya masi bersyukur karena saya tidak seperti kamu gaya sok keren tapi pleboy dan suka mainin perasaan wanita, tapi saya heran kok bisa ya wanita tergila-gila sama pria yang menurut aku tidak tampan sama sekali," ucap Putri tegas dan langsung pergi meninggalkan pria tersebut pergi menuju ruangan Dosen.
Pria itu pun mendengar perkataan Putri langsung merasa tersinggung dan emosi.
"Dasar wanita unik, aneh," seruh Pria tersebut dan dia pun berjalan menuju ruangan Dosen di sana mereka di pertemukan kembali mereka adalah ketua kelompok dan bertanggung jawab atas kelompoknya masing-masing dalam peraktek di rumah sakit. dan beberapa dari kompok mereka belum ada yang mendapatkan nilai praktek termasuk Putri dan pria tersebut dan di haruskan segera meminta nilai kepada Dosen tersebut dan kebetulan Dosen mereka sedang cuti pulang kampung.
"Kelompok kalian harus segera meminta tanda tangan ke Dokter Riyan kalau tidak bisa-bisa kelompok kalian ketinngalan karena itu adalah salah satu persyaratan wisuda harus melengkapi berkas yang tertunda." ucap dokter Maria Dosen kampus.
Putri pun mendengar perkataan dokter Maria langsung meminta alamat Dokter Riyan.
Dokter Maria pun mencatat alamat Dokter Riyan di lembaran kertas dan memberikan kepada Putri, seketika Pria itu pun langsung merebut kertas tersebut dan langsung berlari menuju kelompoknya dan memperlihatkan kertas tersebut dan mengatakan harus ke alamat tersebut.
Putri pun melihat Pria tersebut mengambil kertas tersebut langsung berlari menghampiri.
" Tegar, Mana kertasnya?" tanya Putri menatap Tegar pria sainganya itu.
Namun Tegar berpura-pura tidak tau dan tidak mau memberitahukanya, membuat Putri semakin kesal.
" Aku yang minta alamatnya lebih dulu, jangan cuman bisanya merebut milik orang lain atau jangan- jangan memang kamu suka merebut milik orang lain," ucap Putri dengan nada sedikit keras dan memandang Tegar dengan mata berkaca-kaca.
"Kertas yang mana? emangnya ada kertas ya, kertas apaan sih," ucap Tegar sambil bergurau dengan teman-temanya.
"Kembalikan Kertasnya," ucap Putri berteriak keras kepada Tegar.
Dinda pun mendengar suara Putri langsung menghampirinya.
"Ada apa Put?" tanya Dinda sahabat Putri.
"Nanti aku jelasin sekarang kamu bantu aku minta kertas yang di rebut Tegar tadi."
"Mana kertasnya?" tanya Dinda meminta kertas tersebut kepada Tegar.
"Kertas apaan sih," ucap Tegar pura-pura tidak tau.
Dinda pun begitu emosi melihat tingkah Tegar dan ingin menarik baju Tegar tiba-tiba ada seseorang yang berteriak.
"Suda berikan saja kertasnya kepada mereka lagian mereka yang lebih dulu mendapatkanya nanti kita ikut sama-sama mereka saja," ucap seseorang.
Tegar pun mendengar perkataan seseorang tersebut seperti itu dia pun langsung mendekati pria itu dan merangkul bahunya sambil membisikan sesuatu di telinganya.
"Ngapain sih ikut campur, biarkan saja cewek unik itu ketinggalan," ucap Tegar dengan nada pelan.
"Jangan begitu kasihan dia, lagian Dinda itu baik orangnya."
"Kamu suka sama Dinda ya?" tanya Tegar sambil mengejek.
"Apaan sih, sudalah," ucap pria tersebut mengelak.
"Tapi kenapa mukamu merah," seruh Tegar mengejek sahabatnya itu yang bernama Doni.
Tegar pun akhirya mengalah dan memberikan kertas tersebut kepada Putri dengan satu syarat pergi bersama-sama, Putri pun menerimanya dan bersedia pergi bersama, karena mereka terlalu banyak tidak cukup untuk naik mobil Tegar pun memutuskan untuk naik bus.
setelah memberitahukan kepada kelompoknya dan memberitahukan kepada kelompok Putri mereka ahirya setuju untuk naik bus. "Kapan kita akan kesana?" tanya Putri.
"Tahun depan," ucap Tegar sambil tertawa lebar lebar melihat Putri.
"Dasar unik, kamu kira kita mau liburan di sana tanya kapan kesana, ya sekarang lah!"
"Aku cuman tanya, emang salah, dasar pria aneh," ucap Putri dan memanggil Dinda keluar dari kampus pergi ke terminal mencari bus.
"Aku kasi saran sama kamu ya, jangan teralu mengejek Putri nanti kamu suka sama dia," ucap Doni.
"Apa aku suka sama cewek unik itu, emangnya suda tidak ada wanita lain apa, selain dia," ucap Tegar sambil tersenyum melihat Doni.
"Lihat saja nanti," ucap Doni sambil tersenyum melihat tingkah Tegar dan langsung berjalan lebih cepat dan keluar dari kampus pergi menuju terminal menyusul Putri dan Dinda.
"Doni tunggu," ucap Tegar berteriak memanggil Doni, dan Doni pun tidak menghiraukanya, tidak lama kemudian Tegar pun menyusul Doni disana suda ada Putri dan teman-teman lainya menunggu bus, sekitaran 40 menit menunggu, bus pun datang semua teman-teman yang lain pun langsung naik. Putri dan Tegar belakangan karena mereka ketua kelompok, saat Putri ingin naik bus tiba-tiba Tegar sengaja menghalangi Putri.
"Cewek unik itu naiknya kebelakangan karena tidak ada pria yang suka makanya dia selalu di belakang," ucap Tegar sambil tertawa lebar-lebar dan langsung pergi mencari tempat duduk, sesampainya Tegar pun langsung duduk, tidak lama kemudian Putri pun naik bus dan melihat tempat duduk suda penuh dan suda tidak ada tempat duduk lagi hanya ada tempat duduk kosong di sebelah Tegar dia tau kalau duduk di sebelah Tegar pasti selalu bertengkar.
Putri pun terpasak duduk di sebelah Tegar karena suda tidak ada tempat duduk lainya, Tegar pun melirik Putri seakan tidak suka. "Kamu tau seharusnya yang duduk di sebelahku ini adalah wanita cantik bukan seperti kamu unik dandanan pun unik," ucap Tegar selalu mengatai Putri.
"Kamu pikir aku juga senang duduk di sebelahmu pria aneh, sombong sok kegantengan."
"Memang kenyataan kok, saya memang ganteng, populer yang pastinya saya idola parah wanita."
"Mereka itu matanya pada buta semua, masak pria aneh sepeti kamu mereka sukai," ucap Putri melihat Tegar dengan waja sedikit miring.
"Apa kamu bilang buta," ucap Tegar berteriak. seketika semua teman-teman mereka pun kaget dengan teriakan Tegar dan melihat Tegar.
"Ini pasti gara-gara cewek unik itu yang bikin Tegar ilfil," seruh teman kelompok Tegar.
"Sudahlah lagian Putri itu baik kok orangnya pintar lagi," ucap teman disebelahnya.
tidak terasa waktu terus berputar dan suda 1 jam perjalanan Putri pun merasa mengantuk dan tertidur dan sesekali Putri bersandar di bahu Tegar, seketika Tegar langsung mendorong kepala Putri dan Putri pun langsung bangun.