tidak terasa waktu terus berputar dan suda 1 jam perjalanan Putri pun merasa mengantuk dan tertidur dan sesekali Putri bersandar di bahu Tegar, seketika Tegar langsung mendorong kepala Putri dan Putri pun langsung terbangun.
"Apaan sih," ucap Putri kaget karena kepalanya terbentur di kaca mobil.
"Kamu pura-pura tidur kan supaya bisa bersandar di bahuku," ucap Tegar.
"Siapa juga yang mau sandar di bahu playboy kaya kamu," ucap Putri dan langsung memutar badanya menghadap kaca.
"Pake ngeles lagi, jelas -jelas tadi bersandar," ucap Tegar dan langsung memutar badanya menghadap samping. tidak terasa waktu terus berputar dan suda hampir dua jam perjalan mereka pun akhirya sampai di terminal bus dan langsung turun dari bus.
Putri pun mengambil kertas tersebut dari saku celanya dan melihat alamat Dokter Riyan dan ternyata alamatnya masi lumayan jauh. "Seharusnya itu ketua kelompok inisiatif terlebih dahulu kepada Dosen masalah nilai kita, dari pada seperti ini," ucap salah satu teman kelompok Putri.
"Suda tidak usah mengeluh," ucap Dinda dan mereka pun berjalan menuju rumah Dokter Riyan, karena semua teman-teman yang lain belum makan akhirnya Tegar dan Putri pun memutuskan untuk mampir di warung makan, sesampainya di warung makan Putri pun langsung memesan makanan dan langsung duduk di sebelah Dinda dan tidak lama kemudian makanan pun datang.
Doni pun melihat Dinda dan Putri Duduk paling pojok mengajak Tegar untuk bergabung dengan mereka. "Kamu mau kemana ?" tanya Tegar.
"Kita gabung sama mereka yuk!"
"Gabung sama siapa?" tanya Tegar.
"Gabung sama Dinda dan Putri."
"Apa sama wanita unik itu, yang benar saja," ucap Tegat mengeluh.
"Suda ayo gabung sama mereka," ucap Doni memanggil Tegar dan Tegar pun hanya bisa pasrah, Doni pun langsung menghampiri Putri dan Dinda. "Boleh duduk disini tidak?" tanya Doni.
Putri pun tidak menolak karena Doni suda menolongnya dan lagian Doni baik kepada Putri dan Dinda. "Iya duduk saja, tapi kalau dia suru cari tempat duduk yang lain saja sana, kan masi banyak tempat duduk yang kosong," ucap Putri dengan nada ketus.
"Jangan begitu Put mereka juga teman kita," ucap Dinda, dan menyuruh Doni dan Tegar duduk di sebelahnya. "Kalau bukan karena Doni suka sama Dinda tidak bakalan aku mau gabung sama mereka," seruh Tegar dalam hati.
"Kalian suda pesan makanan?" tanya Dinda.
"Suda barusan, tinggal nunggu saja," ucapa Doni, sedangkan Putri dan Tegar hanya bisa terdiam tidak mengeluarkan satu kata pun tidak lama kemudian makanan pun datang dan langsung memakanya sekitaran 40 menit mereka pun selesai makan dan langsung menlanjutkan perjalan mencari rumah Dokter Riyan.
tidak lama kemudian mereka pun sampai dirumah Dokter Riyan dan langsung meminta nilai dan tanda tangan setelah mendapatkan tandatangan dan nilai mereka pun kembali ke terminal menunggu bus, tidak lama kemudian bus pun datang Dinda pun langsung naik ke bus begitu juga disusul oleh Doni sehingga Doni langsung duduk di sebelah Dinda. Putri pun melihat Doni duduk di sebelah Dinda, Putri pun merasa bahwa Doni menyukai Dinda dan akhirnya mengalah. dan kembali duduk di sebelah Tegar.
"Kamu lagi, kamu lagi emangnya suda tidak ada tempat duduk yang lain," ucap Tegar.
"Kamu kira aku mau duduk di sebelahmu, ini semua karena terpaksa," ucap Putri dan langsung membelakangi Tegar. tidak terasa waktu terus berputar dan suda satu jam perjalanan Putri dan Tegar pun tertidur di kursi masing-masing dan tidak lama kemudian mereka pun akhirnya sampai diterminal. Doni pun membangungkan Dinda yang tertidur setelah bangun Doni dan Dinda pun langsung berdiri dari duduknya dan pergi melihat Tegar dan Putri berapa kagetnya Doni dan Dinda dan melihat keduanya tertidur pulas, dan keduanya pun memiliki rencana untuk tidak membangunkanya sampai semua teman-temanya turun.
Doni pun memanggil Dinda pulang bersama dan keduanya pun pergi meninggalkan Putri Dan Tegar setalah 15 menit mereka tertidur Putri pun bangun dan langsung berdiri dari duduknya dan betapa kagetnya Putri melihat suda tidak ada orang di bus hanya berdua dengan Tegar dan langsung membangunkan Tegar. "Hey pria aneh bangun," ucap Putri membangungkan Tegar.
dan betapa kagetnya Tegar melihat suda tidak ada orang di bus. "Doni mana?" tanya Tegar.
"Mana aku tau, aku juga baru bangun pas aku bangun suda tidak ada orang," ucap Putri dengan wajah sedikit mengkerut dan langsung turun dari bus tersebut.
"Hey cewek unik, kamu mau kemana?" tanya Tegar.
"Balik kampus lah, mau antar nilah dan tandatangan Dokter Riyan lah, gara-gara ini aku pergi ke tempat yang jauh sampai ketiduran sama orang rese seperti kamu dan akhirya di tingalkan, sama teman-teman yang lain."
"Salah kamu sendiri kenapa ketiduran," ucap Tegar. "sebenarnya sih, aku kesal sama Doni kenapa dia tega meninggalkan aku disini sama wanita unik ini lagi, ya sudahlah," seruh Tegar pasrah.
Putri pun suda tidak menghiraukan perkataan Tegar lagi dan langsung buru-buru pergi ke jalan raya menunggu angkot lewat dan tampa Putri sadari dia telah berlawanan arah, Tegar pun tertawa melihat Putri iya merasa wanita ini terlalu polos.
tiba-tiba ada Motor datang begitu sangat laju dan ingin menabrak Putri seketika Tegar pun datang langsung menarik tangan Putri dan Putri pun langsung memeluk Tegar, mereka pun bertatapan, "Teryata wanita unik ini cantik juga kalau di lihat secara dekat," seruh Tegar dalam hati.
tiba-tiba Putri langsung sadar dan langsung melepaskan pelukanya. "Terimakasih, " ucap Putri tidak menyangka kalau Tegar telah menyelamatkanya.
"Iya sama-sama, kalau mau balik ke kampus barengan saja lagian kamu juga salah arah biar samapai malam kamu menuggu angkot menuju kampus, juga tidak akan dapat," ucap Tegar dan memanggil Putri berjalan bersama.
Putri pun mengikuti Tegar dari belakang tidak lama kemudian Taksi pun datang Tegar pun mengentikanya dan mereka pun naik bersama, sekitaran 30 menit perjalan mereka pun sampai di kampus, Putri dan Tegar pun turun dari mobil, Doni dan Dinda pun melihat mereka berdua langsung menertawainya. "Kamu tega sekitaran tinggalin aku di bus tadi?" ucap Putri.
"Maaf-maaf lagian kamu tidur kaya nyenyak sekali jadi aku kasihan bangunnya," ucap Dinda dan langsung merangkul Putri.
"Doni kamu keterlaluan, masa kamu tinggalkan aku sama wanita unik itu," ucuap Tegar sambil melirik Putri.
"Aku tidak enak membangunkanmu yang lagi mimpi indah," ucap Doni sambil tertawa dan menggoda Tegar.
"Iya kali kalau di tinggalin sama cewe cantik ini wanita unik, aneh, dandanan juga bikin orang takut dekat sama dia," ucap Tegar menghina Putri sambil tertawa lebar-lebar.
Putri pun mendengar perkataan Tegar seperti itu sangat kecewa dan langsung menghampiri Tegar. "Kamu fikir aku senang bisa duduk di sebelahmu dan pulang bersamamu, kamu salah aku memang jelek tidak berdandan seperti wanita lainya tapi aku tidak pernah menyakiti hati orang lain apa lagi amenghina orang lain saya kira kamu memiliki hati yang baik tapi teryata aku salah kamu hanya bisa menghina fisik orang lain," ucap Putri menatap Tegar begitu emosi.