Meminta Maaf

1143 Kata
Putri pun mendengar perkataan Tegar seperti itu sangat kecewa dan langsung menghampiri Tegar. "Kamu fikir aku senang, bisa duduk di sebelah mu, dan pulang bersamamu, kamu salah, aku memang jelek, tidak berdandan seperti wanita lainya, tapi aku tidak perna memang yaitu hati orang lain, apa lagi amenghina orang lain, saya kira kamu memiliki sisi hati yang baik tapi teryata aku salah, kamu hanya bisa menghina fisik orang lain," ucap Putri begitu emosi melihat Tegar. mendengar perkataan Putri seperti itu hati Tegar pun merasa bersalah karena suda mengeluarkan Kata-kata yang sedikit menghina Putri, namun lagi-lagi sifat buruknya keluar. "Emang kenyataan kok, kamu itu unik, aneh dan tidak tau berdandan, aku kasi saran ya, kalau kamu terus-terus berdandan seperti ini, nanti kamu tidak akan laku-laku karena tidak ada pria yang mau sama kamu," ucap Tegar sambil mendekatkan dirinya dan membisikan di telinga Putri. "Siapa suru mau bersaing denganku, kamu itu tidak pantas bersaing kepintaran denganku," ucap Tegar sambil tersenyum. "Kamu dengar ya, aku mau berdandan atau tidak itu hak saya tidak ada hubungan dengan kamu, dan satu lagi aku tidak butuh nasehat orang seperti kamu yang taunya hanya menghina orang lain," ucap Putri dan langsung berjalan menuju ruangan Dosen hati Putri begitu sangat sakit sampai meneteskan Air matanya sambil berjalan. Doni pun melihat Putri meneteskan air matanya langsung memperingati Tegar. "Kamu suda keterlaluan Tegar, kasihan Putri dia itu orangnya sangat baik, kamu saja yang tidak megenal dia." "Ngapain aku kenal dia, aku juga tidak mau mengenal dia," ucap Tegar santai. "Biar bagaiaman dia itu perempuan tidak sepantasnya kamu perlakuan dia seperti itu, aku sebagai sahabat kamu mengingatkan kamu jika kamu terlalu membenci atau tidak menyukainya nanti akan berbalik kepada dirimu sendir." "Maksudnya?" tanya Tegar penasaran. "Aku kira kamu bisa mengartikanya sendiri dengan caramu memperlakukan Putri seperti itu, bisa-bisa Tuhan membalikan hatimu dan kamu akan tergilah-gilah kepadanya," ucap Doni dan langsung pergi mengejar Putri. "Apa yang di katakan Doni itu tidak mungkin masa aku bisa tergilah-gilah sama cewek unik seperti itu," seruh Tegar dan langsung menyusul Doni masuk kedalam kampus. Putri pun langsung pergi keruagan Dosen bersama Dinda dan Doni tidak lama kemudian Tegar pun menyusul mereka Putri pun langsung memberikan nilai dan tanda tangan kelompok mereka kepada doasen, begitu juga dengan Tegar. tidak lama kemudian Putri pun langsung keluar dari ruangan Dosen. Dinda pun mengejar Putri. "Put kamau mau kemana?" "Aku suda mau pulang lagian kan suda tidak ada perkuliahan lagi," ucap Putri dan langsung pergi meninggalkan Dinda tampa menghiraukanya lagi, dan langsung pergi menuju jalan raya menunggu taxi, sekitaran 10 menit taxi pun datang Putri pun langsung naik taxi dan pergi meninggalkan kampus. Doni pun melihat Putri merasa hawatir dan langsung pergi menghampiri Tegar. "Kamu suda keterlaluan sekali sama Putri, cepat kejar sana, minta maaf," ucap Doni menyuruh Tegar mengejar Putri. "Ngapain juga aku kejar cewek unik itu," ucap Tegar santai. "Jangan begitu Tegar, biar bagaimana pun dia itu teman kita juga, " ucap Doni. "Aku tidak peduli," ucap Tegar dan langsung pergi meninggalkan Doni pergi menuju parkiran Motor dan langsung pergi menuju rumahnya sekitaran 30 menit Tegar pun sampai rumah dan langsung masuk kedalam kamar dan langsung berbaring di atas tempat tidur didalam hatinya ada rasa penyesalan kepada Putri namun gengsi untuk meminta maaf. "Sebenarnya tadi itu aku mau meminta maaf tapi kan seorang Tegar syaputra Armadjaya meminta maaf kepada cewek unik seperti itu tidak mungkin, nanti wibawaku bisa menurun," ucap Tegar spontan. "Sudalah dari pada aku memikirkan wanita aneh itu mending aku pergi mandi," seruh Tegar dan langsung pergi ke kamar mandi dan mandi di dalam kamar mandi Tegar selalu mengingat perkataan yang menyakiti hati Putri sehingga dia mempercepat mandinya dan keluar kamar mandi dan langsung pergi bercermin saat bercermin Tegar pun membayangkan Putri yang meneteskan air matanya di hatinya pun penuh rasah bersalah dan langsung mengirim pesan kepada Doni meminta alamat Putri. tidak lama kemudian Doni pun mengirim pesan kepada Tegar, dan Tegar pun melihat alamat Putri dan langsung pergi menuju rumah Putri, sekitaran 30 menit sampailah di alamat tujuan namun Tegar merasa ragu dan langsung melihat hpnya. "Iya ini betul rumah cewek unik itu, teryata rumanya besar juga ya," seruh Tegar dan langsung membunyikan bel. tiba-tiba ada satpam keluar. "Maaf aden ini siapa ya?" tanya satpam. "Saya Tegar pak, teman kuliahnya Putri apa betul ini rumah Putri?" tanya Tegar balik. "Iya ini rumah non Putri, aden mau ketemu non Putri?" "Iya Pak, minta tolong di panggilin ya pak!" "Aden masuk saja dulu nanti saya panggilkan," ucap satpam memanggil Tegar masuk dan menyuruh Tegar menunggu di ruang tamu sedangkan satpam pergi memanggil Putri. "Non Ada tamu," ucap satpam. "Siapa pak?" tanya Putri. "Katanya teman kuliahnya Non Putri." "Iya suda terimakasih ya pak," ucap Putri. di dalam hati Putri bertanya-tanya siapa tamu tersebut dia pun begitu penasaran dan langsung pergi menemui tamu tersebut dan betapa kagetnya Putri melihat siapa tamu itu. "Tegar ngapain kamu ke sini, tau alamat aku dari mana?" "Sebenarnya aku kesini mau minta maaf soal kejadian tadi di kampus, aku benar-benar menyesal sudah mengatakan itu ke kamu," ucap Tegar sambil mengangkat kedua tanganya. "Maaf katamu, segampang itu kamu bilang maaf setelah kamu permalukan aku dan menghinaku habis-habisan," ucap Putri emosi. "Aku tau aku salah makanya aku datang kesini meminta maaf, tolong maafkan aku kali ini saja, aku janji tidak akan melakukan itu lagi apa lagi menghinamu," ucap Tegar terus-terus meminta maaf kepada Putri. "Sudahlah lebih baik kamu pergi dari sini saja, aku mau keluar tolong jangan ganggu aku lagi," ucap Putri dan langsung berdiri dari duduknya Tegar pun mengikuti Putri dari belakang." "Pak Diman tolong anterin saya ke Butik ya?" "Maaf non mobil mogok, ini pak Diman mau bawah ke bengkel." "Iya suda kalau begitu," ucap Putri dan langsung berjalan keluar. "Putri kamu mau kemana, biar aku antar kemana saja kamu pergi aku siap mengantar asalkan kamu memaafkan aku," ucap Tegar menawarkan diri untuk mengantar Putri. "Aku tidak butuh bantuanmu," ucap Putri dan langsung pergi ke jalan raya menunggu taxi suda 15 menit Putri menunggu taxi namun tidak ada taxi yang lewat. "Sepertinya tidak ada taxi, biar aku antar saja," ucap Tegar selalu menawarkan diri untuk mengantar Putri. karena tidak ada kendaraan lewat dan tidak ada taxi Putri pun memutuskan untuk naik motor bersama Tegar. "lya suda lah terpaksa dari pada tidak ada kendaraan," seruh Putri dan langsung naik motor bersama Tegar pergi menuju butik yang di maksud Putri. tidak lama kemudian sekitaran 20 menit sampailah di butik tersebut. Putri pun langsung turun dari motor Tegar dan langsung pergi menuju Butik tersebut sedangkan Tegar menunggu di depan, Putri pun tidak mengetahui kalau Tegar masi menunggunya di luar. tidak terasa waktu terus berputar dan suda malam, Putri pun akhirnya keluar dari Butik dan betapa kagetnya Putri melihat Tegar masi menunggunya, Tegar tidak tau bahwa Butik tersebut adalah milik orang tua Putri jadi dia masi setia menunggu. "Kamu kok lama sekali di dalam, aku suda kelaparan menunggu di luar," ucap Tegar.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN