Pergi Ke Tempat Wisata

1012 Kata
Putri pun langsung turun dari motor Tegar dan langsung pergi menuju Butik tersebut sedangkan Tegar menunggu di depan, Putri pun tidak mengetahui kalau Tegar masi menunggunya di luar. tidak terasa waktu terus berputar dan suda malam, Putri pun akhirnya keluar dari Butik dan betapa kagetnya Putri melihat Tegar masi menunggunya. Tegar tidak tau bahwa Butik tersebut adalah milik orang tua Putri jadi dia masi setia menunggu. "Kamu kok lama sekali di dalam, aku suda kelaparan menunggu di luar," ucap Tegar. "Siapa suru kamu menungguku aku kan tidak memyuruhmu untuk menungguku ngapain kamu tunggu aku," ucap Putri santai. tiba-tiba Putri merasa kasihan kepada Tegar dan langsung mengajaknya ke restoran, tidak lama kemudian mereka pun sampai di restoran Putri pun memesan beberapa makanan dan Tegar pun langsung memakanya, karena kelaparan Tegar pun makan terburu-buru sampai nasi pun tertinggal di pipinya. "Kamu seperti tidak perna makan saja, sampai ada nasi di tertinggal bibir kamu," ucap Putri dan langsung mengambil nasi di bibir Tegar. Tegar pun melihat Putri mengambil nasi tersebut langsung tersenyum melihat Putri," Terimakasih, " ucap Tegar dan kembali melanjutkan makanya. "Aku suda memaafkan kamu, tapi sesuai dengan janjimu jangan pernah menghinaku lagi atau menganggu aku lagi." "Kamu benar-benar sudah memaafkan aku kan?" "Iya sudah," ucap Putri santai. Tegar pun mendegar perkataan Putri begitu, hatinya sangat senang. "Kalau begitu kamu mau jadi temanku tidak?" "Aku pikir-pikir dulu," ucap Putri. "Kok gitu sih masak mau berteman saja harus pikir-pikir." "Iya suda kita berteman." "Yes akhirnya aku punya teman baru," ucap Tegar dan begitu bersemangat, tidak lama kemudian Tegar pun suda selesai makan dan mereka pun langsung pergi dari restoran. "Putri, kamu mau lihat sesuatu Enggak?" "Mau lihat apa?" tanya Putri penasaran. "Kita kesana yuk, aku yakin kamu pasti suka," ucap Tegar meyakinkan Putri. "Iya suda terserah kamu," ucap Putri pasrah dan mengikuti perkataan Tegar dan keduanya pun pergi bersama ke tempat yang di maksud Tegar. tidak lama kemudian sekitaran 30 menit mereka pun sampai di tempat tersebut, Tegar pun memarkir motonya dan langsung memanggil Putri masuk. "lni kan Tempat wisata kenapa kita kesini?" tanya Putri heran. "Iya ini tempat wisata milik keluargaku, biasanya aku sering kesini kalau ada masalah dan aku selalu curhat di tempat ini, ayo masuk," ucap Tegar memanggil Putri. "Ini kan tempat keramaian masak kamu curhat di banyak orang," ucap Putri menyindir Tegar. "Makanya masuk dulu biar aku tunjukan mana yang boleh di kunjungi wisata, mana yang tidak boleh, khusus buat keluarga Armadjaya." "Begitu ya," ucap Putri dan langaung masuk kedalam wisata tersebut bersama Tegar. "Disebelah sana itu tempat wisata dan di sebal sini itu khusus keluargaku, makanya jalan menuju kesini itu di tutup," ucap Tegar. dan tiba-tiba ada penjaga wisata datang menghampiri Tegar. "Den Tegar mau ke wisata keluarga?" "Iya Pak Udin." "Mau saya siapkan makanan?" "Tidak usah pak saya tidak lama kok," ucap Tegar. mendegar perkataan Tegar seperti itu pak Udin pun pergi meninggalkan mereka berdua. Tegar pun membawa Putri masuk ke tempat biasa Tegar dan keluarganya berkunjung. "Waaaaaah disini indah sekali," seruh Putri. "Kamu suka?" tanya Tegar. "Iya suka sekali tempat ini indah sekali, aku tidak perna pergi ke tempat seperti ini di bawah ada sungai dan di sebelahnya ada gunung, dan spesialnya lagi di sebelah tempat wisata hanya saja di halagi dinding makanya mereka tidak bisa melihat ke sini, terimakasih ya suda mengajak aku kesini," ucap Putri sambil tersenyum melihat Tegar. "Iya sama-sama," ucap Tegar sambil tersenyum melihat Putri merasa senang. teryata wanita ini begitu sangat cantik kalau dilihat lebih dekat, dan kenapa juga jantungku begitu berdebar-debar saat berdekatan denganya, ada apa denganku, apa yang di katakan Doni itu benar kalau kita terlalu membeci seseorang takutnya nanti berbalik ke kita dan akan menyukainya, baru kali ini aku jalan bersama wanita membuat jantungku berdebar-debar terus," seruh Tegar dalam hati. "Disana yang ada lampu itu tempat apa?" tanya Putri penasaran. "Itu pondok, biasanya kalau keluargaku datang kesini kalau lapar kita makan di sana," ucap Tegar mencoba menjelaskan kepada Putri. "Maafkan aku ya, soal tadi pagi suda berbicara kasar sama kamu?" "lya tidak apa-apa aku suda memaafkan kamu," ucap Putri sambil tersenyum. tiba-tiba ada bunyi petasan, Putri pun langsung melihat ke langit. "Tegar ada petasan," ucap Putri dan keduanya pum melihat ke langit menyaksikan petasan yang indah. tidak terasa waktu terus berputar dan suda menujukan jam 10 malam, Putri pun suda merasa mengantuk dan selalu menguap. "Kamu suda mengantuk ya?" tanya Tegar. "Iya, sedikit mengantuk," ucap Putri. "Kalau begitu kita pulang saja." "Sebenarya aku masi suka di sini pemandangan yang indah dan hati juga terasa sedikit tenang." "Kalau begitu lain kali kita kesini lagi, kalau kamu tidak sibuk aku akan mengajak kamu kesini lagi," ucap Tegar tersenyum melihat Putri. "Terimakasih ya," ucap Putri sambil tersenyum melihat Tegar. "Iya sama-sama ayo kita pulang," ucap Tegar memanggil Putri dan keduanya pun pergi dari wahana pergi menuju parkiran motor, sesampainya di motor mereka pun naik motor pergi menuju rumah Putri. tidak lama kemudian sekitaran 30 menit sampailah di rumah Putri. "Terimakasih ya suda mengantar aku," ucap Putri sambil tersenyum. "lya sama-sama, masuk sana suda malam." "Kamu pergi saja dulu baru aku masuk." "Iya suda kalau begitu saya permisi dulu daaah," ucap Tegar dan langsung pergi dari rumah Putri pergi menuju rumahnya. sekitaran 20 menit Tegar pun sampai di rumah dan langsung masuk kamar dan berbaring di atas tempat tidur. "Apa yang terjadi denganku kenapa aku begitu sagat bahagia saat bersama wanita unik itu, teryata wanita unik itu orangnya sangat asyik diajak ngobrol," seruh Tegar dalam hati. "Kenapa aku memikirkan wanita unik itu terus daripada aku memikirkan dia terus mendingan aku tidur," seruh Tegar dan langsung menutup matanya. tidak lama kemudian Tegar pun merasa gelisah dan sulit tidur. "Astaga ada apa denganku kenapa sangat sulit untuk tidur rasanya ingin cepat-cepat pagi dan pergi ke kampus bertemu Putri baru kali ini aku susah tidur karena memikirkan seseorang wanita," seruh Tegar terus bertanya dalam hatinya. "Apa benar ya apa yang dikatakan Doni kalau tuhan telah membalik hatiku menjadi suka sama wanita unik itu, ya tuhan maafkanlah aku yang tidak sengaja menghina wanita unik itu dan sepertinya aku mulai menyukainya," seruh Tegar dan mencoba menutup matanya dan tidur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN