ke esok paginya Putri pun bangun dan langsung pergi cuci muka setelah cuci muka Putri pun pergi menuju meja makan Putri pun melihat mama dan papanya suda bangun dan sedang sarapan. "Eh anak mama suda bangun sini makan," ucap Jamilah memanggil Putri duduk di kursi.
Putri pun langsung duduk di kursi dan langsung menyendok makanan. "Kamu tidak kulia hari ini?" tanya Dewangga.
"Enggak pa, karena suda tidak ada mata kuliah dan praktek lagi, tinggal tunggu wisuda, kecuali kalau ada yang masi mau di urus, baru kekampus," ucap Putri.
"Iya suda kalau begitu, kamu tinggal di rumah saja sampai hari wisuda tiba nanti," ucap Dewangga.
"Iya pa," ucap Putri dan melanjutkan makananya tidak lama kemudian Putri pun suda selesai makan dan langsung berdiri dari duduknya. "Putri kekamar dulu," ucap Putri dan langsung pergi menuju kamarnya dan langsung mengambil hpnya dan membukanya ada pesan masuk dari Tegar.
Selamat pagi orang jauh di mata namun selalu dekat di hati.
Putri pun membaca pesan Tegar selalu tersenyum-senyum dia merasa sangat malu. "Astaga Tegar romantis juga, tapi aku tetap tidak boleh terlalu senang dulu, aku takut Tegar itu hanya mempermainkan aku, tapi kenapa aku merasa bahwa Tegar memang benar-benar serius sama aku entalah," seruh Putri.
tidak lama kemudian ada pesan masuk Putri pun langsung melihatnya Teryata ada pesan dari Dinda.
Putri sebentar malam jalan yuk, sudah lama kita tidak perna jalan bersama, apa lagi makan bersama.
setelah Putri membaca pesan Dinda Putri pun langsung membalasnya.
lya suda deh, kita ketemuan di mana?
tidak lama kemudian Dinda pun membalas pesan Putri.
Di kafe melatih jam 7 malam.
setelah Putri membaca pesan Dinda Putri pun langsung menaroh hpnya di meja nakas dan langsung pergi menyiram tanamanya. tiba-tiba ada seseorang yang meneluk pundak Putri dari belakang dan berapa kagetnya Putri dan langsung menoleh kebelakang. "Kakak Riky ngapain sih bikin kaget saja, kurang kerjaan sekali," ucap Putri kesal.
"Iya maaf," ucap Riky dan langsung duduk di kursi dan memanggil adiknya duduk di sebelahnya. "Kakak mau cerita sama kamu."
"Apa kak?" tanya Putri.
"Kakak bingung sama perasaan kakak setelah kakak putus sama pacar kakak selama 3 tahun kini dia datang lagi dan meminta balikan sama kakak, sedangkan sekarang kakak suda punya pacar kakak bingung harus bagaimana!"
"Kenapa kakak harus bingung, kakak kan sudah putus sama dia masak kak mau balikan sama mantan kakak sedangkan kakak suda punya pacar."
"Bukan begitu deh, sebenarnya kakak itu tidak putus, dia salah paham sama kakak waktu itu kakak nolongin teman kakak dan teryata dia melihat kakak dia cemburu dan langsung pergi begitu saja tampa ada kabar dari situ kakak sama dia suda tidak ada komunikasi lagi."
"Begitu ya kakak, ikuti kata hati kakak saja siapa yang kakak cintai sesunggunya, tapi jangan sakiti hati wanita ya kakak."
"Iya kakak mengerti terimakasih ya de, oh iya ade kapan wisuda.
"Minggu depan."
"Selamat ya de, adek kakak sekarang suda besar dan tidak terasa suda mau menjadi sarjana."
"Terimakasih kakak, oh iya kakak, Putri mau cerita sama kakak tapi jangan bilang sama mama, papa ya kak?"
"Apa?" tanya Riky penasaran.
"Putri suka sama seseorang di kampus dia itu saingan aku di kelas, aku sama dia tidak pernah akur tapi akhir-akhir ini aku sama dia begitu sangat dekat dan akhirnya dia mengungkapkan perasaanya sama aku kalau dia suka sama aku, tapi aku takut kalau dia itu hanya mempermaikanku karena dia itu pria Playboy.
"Hati-hati yah de, dalam pacaran kadang pria itu mendekati wanita itu ada maunya jadi ade harus hati-hati, tapi kalau menurut ade dia itu serius mencintai ade, jadi ade juga harus serius mencintai dia semua itu tergantung sama ade sendiri bagaimana menjalaninya," ucap Riky sambil mengacakak-acak rambut adiknya.
"Kalau begitu kakak mau pergi mandi dulu sebentar siang kakak mau jalan sama teman kakak," ucap Riky dan langsung berdiri dari duduknya pergi meninggalkan Putri yang masi duduk di kursi.
"Apa yang di katakan kakak Riky memang ada benarnya, kalau Tegar serius suka sama aku, ya aku juga serius sama dia tapi kalau dia hanya permaikan aku setidaknya aku tidak serius mencintainya," seruh Putri dan langsung berdiri dari duduknya dan langsung pergi menuju kamarnya.
tidak terasah waktu terus berputar Putri pun bersiap-siap dan keluar kamar Putri pun melihat Mama dan Papanya di ruang tamu sedang nonton TV dan langsung menghampirinya. "Pa, Ma, Putri mau keluar ke kafe melatih ada acara makan malam bersama teman-teman, disana ada Dinda juga boleh ya."
"Iya boleh, hati-hati di jalan dan satu lagi jangan pulang larut malam, kalau ada apa-apa langsung kabari Papa, sama Mama atau tidak kakak kamu Riky."
"Iya pa, Putri pergi dulu," ucap Putri dan langsung keluar dari rumah.
"Non mau bapak antar ?" tanya satpam.
"Tidak usah pak, saya mau naik taxi," ucap Putri dan langsung pergi menuju jalan raya menunggu taxi lewat. tidak lama kemudian taxi pun datang Putri pun langsung naik taxi pergi menuju kafe.
tidak lama kemudian Putri pun sampai dan langsung masuk kedalam kafe mencari Dinda dan betapa kagetnya Putri melihat di dalam kafe tersebut teryata ada Tegar dan Doni, Putri pun langsung menghampiri mereka. "Dinda kenapa ada Doni dan Tegar?" tanya Putri penasaran.
"Aku sengaja ingin bertemu sama kamu karena ada yang mau aku sampaikan ke kamu?"
"Apa?" tanya Putri dan langsung duduk di kursi.
"Sebenarya aku sama Doni baru jadian dan kami mau merayakan bersama kalian."
"Apa kalian jadian?" tanya Putri kaget mendegar perkataan Dinda.
"Iya, aku sama Doni suda jadian."
"Selamat ya Dinda, Doni aku ikut bahagia mendegarnya," ucap Putri sambil tersenyum melihat Dinda dan Doni.
"Kok bisa sama ya, aku juga ada yang mau aku sampaikan kepada kalian," ucap Tegar spontan.
"Apa Tegar?" tanya Doni penasaran.
"Aku sama Putri juga baru jadian," ucap Tegar spontan.
"Apa, kalian juga suda jadian ini bukan mimpi kan, secara kalian itu seperti tikus dan kucing tidak perna akur dan sekarang kalian bilang suda jadian jangan bercanda," ucap Dinda tidak percaya dengan perkataan Tegar.
"Tanya saja sama Putri langsung kalau tidak percaya," ucap Tegar.
"Yang benar Put?" tanya Dinda penasaran.
"Aku belum bilang kalau aku mau jadi pacar kamu, kenapa langsung bilang sama mereka kalau kita suda jadian," ucap Putri menatap Tegar.
"Kan tadi malam kamu suda mengatakan kalau kamu juga suka sama aku, itu artinya kamu itu suda menjadi pacarku," ucap Tegar menatap Putri dan keduanya pun saling bertatapan.