"Tidak ada yang salah denganmu," ucap Tegar dengan nada sedikit ketus.
"Kalau memang tidak ada yang salah kenapa kamu kelihatan marah sama aku ?"
"Tidak ada apa-apa, aku tidak marah sama kamu, buat apa aku marah sama kamu, kan aku ini bukan siapa-siapa kamu, jadi aku tidak ada hak untuk marah."
"Maksud kamu apa, kenapa kamu bicara seperti itu," ucap Putri merasa heran dengan Perkataan Tegar yang sedikit menyinggung perasaan Putri.
"Sudahlah ayo kita pulang," ucap Tegar dan langsung naik motor. Putri pun tanpa pikir panjang dan langsung naik motor Tegar pun membunyikan motornya pergi meninggalkan konser di tengah perjalanan Tegar merasa perutnya sangat lapar dan langsung memutar arah.
"Kita mau kemana?" tanya Putri kaget kerena Tegar langsung putar arah tanpa mengatakan apa-apa kepada Putri.
"Aku sangat lapar, kita makan dulu ya?"
"Iya suda, kalau begitu," ucap Putri pasrah.
tidak lama kemudian sekitaran 30 menit sampailah di sebuah restoran namun disana sedikit sunyi, pengunjung pun hanya ada satu-satu dan mereka pun memiliki tempat masing-masing. Tegar pun langsung mencari tempat duduk dan langsung duduk.
"Tempat ini sangat bagus ya, kamu tau dari mana tempat sebagus ini, aku tau kamu pasti sering bawah pacar kamu kesini kan?" tanya Putri penasaran dan menebak-nebak sendiri.
"Kamu wanita yang pertama aku bawah kesini," ucap Tegar spontan.
"Apa orang pertama, tidak usah membohongiku, aku bukan wanita yang mudah di bohongi pria Playboy seperti kamu bilang pertama kali, tidak ada wanita yang percaya karena semua orang tau kamu itu pria seperti apa, dan kamu itu suka permainan perasaan wanita," ucap Putri tidak percaya dengan perkataan Tegar.
"Kamu salah memangnya pria sepertiku tidak berhak jatuh cinta kepada wanita yang benar-benar iya cintai."
"Bukan begitu, semua manusia berhak jatuh cinta kepada siapa pun, tetap ada juga manusia yang suka mempermainkan namanya cinta."
"Namanya manusia kadang tidak lupuk dari kesalahan dan apa salah kalau aku jatuh cinta dengan wanita yang ada di hadapanku sekarang," ucap Tegar spontan.
Putri pun kaget mendegar perkataan Tegar, dan langsung tertawa. "Hahaha, jadi seperti ini ya, cara kamu merayu wanita untuk saja aku tidak mudah percaya dengan perkataanmu," seruh Putri.
saat Tegar ingin membalas perkataan Putri tiba-tiba pelayan datang Tegar pun tidak dapat mengatakan apa-apa dan langsung memesan makanan sekitaran 15 menit makanan pun datang keduanya pun langsung makan.
di hati Tegar merasa tidak tenang karena belum bisa meyakinkan Putri bahwa dirinya benar-benar mencintai Putri, namun dia tetap berusaha menghabiskan makanannya. tidak lama kemudian mereka pun suda selesai makan, Putri pun melihat jam taganya dan langsung berdiri dari duduknya. "Ada apa ?" tanya Tegar.
"Aku harus pulang cepat karena hari ini orang tua ku pulang paling jam 10 sudah sampai di rumah," ucap Putri sedikit panik.
"Tapi ini masi jam 9 tunggu sebentar lagi, kita baru selesai makan," ucap Tegar dan langsung memang tangan Putri dan Putri pun kaget melihat Tegar memegang taganya, Putri pun langsung duduk kembali di kursi. "Putri dengarkan aku, apa yang aku katakan tadi itu benaran aku suka sama kamu," ucap Tegar mengungkapkan perasaanya secara langsung.
"Maaf Tegar aku tidak bisa menjawab apa-apa aku harus segera pulang," ucap Putri merasa gelisah dan ingin segera pulang kerumah.
Tegar pun melihat Putri gelisah seperti itu langsung memutuskan untuk pulang walau di hatinya sedikit kecewa namun dia tetap tidak mau egois, Tegar pun berdiri dari duduknya dan langsung pergi membayar setelah membayar Tegar pun memanggil Putri dan keduanya pun langsung pergi meninggalkan restoran tersebut dan pergi menuju rumah Putri sekitaran 40 menit sampailah di rumah Putri dan Putri Pun langsung turun dari motor.
Putri pun melihat mobil ayahnya belum ada perasaanya pun sedikit lega dan mencoba mengirim pesan kepada ibunya tidak lama kemudian Jamilah pun membalas pesan Putri, setelah Putri membaca pesan ibunya hatinya pun jadi legah karena ibunya masi di perjalanan menuju rumahnya.
Putri pun kembali menghampiri Tegar karena Tegar belum meningalkan Rumah Putri. "Maaf ya soal tadi di restoran, aku buru-buru pulang aku takut orang tua ku suda sampai di rumah duluan."
"Iya tidak apa-apa, kalau begitu aku permisi dulu ya," ucap Tegar.
"Tunggu Tegar, soal perkataan kamu tadi di restoran apa itu beneran kamu suka sama aku ?" tanya Putri sambil melihat Tegar.
Tegar pun kaget mendegar pertanyaan Putri dan langsung menjawabnya. "Iya benaran, aku benar-benar suka sama kamu, aku tau kamu kaget dengan perkataan aku yang tiba-tiba suka sama kamu, aku tau selama ini kita tidak perna akur selalu bersaing di kelas untuk meraih nilai tertinggi tapi setelah beberapa hari ini kita bersama, timbul perasaan suka sama kamu perasaan yang aneh, jantungku selalu berdebar-debar kencang saat bersamamu, aku benar-benar jatuh cinta sama kamu, sebelumnya tidak pernah aku alami dengan wanita lain," ucap Tegar menatap Putri dalam-dalam.
"Sebenarnya aku juga mulai menyukaimu," seruh Putri.
"Apa, kamu juga suka sama aku," ucap Tegar kaget mendengar perkataan Putri hatinya pun begitu sangat bahagia sehingga menyuruh Putri untuk mengulanginya, Putri pun tidak mau mengulanginya pipinya suda memerah karena malu Putri pun langsung berlari masuk kedalam rumah.
Tegar pun mendegar perkataan Putri bahwa Putri juga menyukainya hatinya pun begitu sangat bahagia Tegar Pun melihat ke arah kamar Putri lampunya suda menyalah Tegar pun langsung tersenyum dan pergi meninggalkan rumah Putri pergi menuju rumahnya.
"Aku tidak menyangka kalau teryata Tegar menyukaiku tapi aku takut jika Tegar hanya ingin mempermainkanku secara Tegar adalah pria Playboy yang terkenal suka permainan perasaan wanita aku takut Tegar juga mempermainkanku," seruh Putri.
"Sudahlah aku malas memikirkan sesuatu yang belum jelas kepastianya, jika memang Tegar hanya mempermainkanku, aku langsung berpaling darinya sebelum aku benar-benar mencintainya," seruh Putri.
"Aduuuuh aku ini kenapa selalu memikirkan Tegar terus sih," seruh Putri dan langsung menutup matanya dan tidur. tidak lama kemudian terdegar suara mobil orang tua Putri suda datang setelah 2 hari di bandung.
"Bi lnah tolong angkat ini ke dapur ya," ucap Jamilah mama Putri memanggil Bi lnah pembantu rumah tangga.
"Baik Bu," ucap Bi lnah pembantu rumah tangga.
"Bi Inah Putri mana?" tanya Jamilah.
"Suda tidur bu," ucap Bi lnah dan langsung pergi kedapur.
"Ini kan suda jam 11 malam Putri pasti suda tidur," seruh Jamilah.
"Aku juga suda sangat capet mau tidur," ucap Dewangga.
"Mama juga capek pa," ucap Jamilah. dan keduanya pun langsung pergi menuju kamar dan istirahat.