Moa menguap dengan pandangan yang tak lepas dari dua manusia yang tengah sibuk mengobrol dengan dua pria tua yang mungkin saja umurnya sudah lebih dari setengah abad. Moa menyilangkan kedua tangannya di depan d**a dan kembali menguap. Entah apa saja yang manusia-manusia itu bicarakan di sana, yang jelas hal itu membuat Moa mengantuk. "Aku tidak mengerti kenapa manusia senang sekali berkumpul seperti itu selama berjam-jam, memangnya apa saja yang mereka bicarakan? Strategi perang?" gumam Moa. "Atau strategi membunuhku?" Ia kemudian terkikih pelan. "Kami sangat bersyukur ternyata Tuan Hwang masih mau menginjakkan kaki di sini." Yooshin tersenyum tipis. "Ini seperti rumah kedua untukku. Lagi pula ibuku juga dulu di sini, jadi aku merasa begitu nyaman setiap kali berkunjung ke sini. Aku j

