"Ada apa?" Nara berjalan mendekati Yooshin dan mendapati pria itu tengah menatap sesuatu. Yooshin berkedip beberapa kali dan tersadar dari aktivitasnya, sebelum akhirnya ia beralih menatap Nara," Ah, tidak ada. " Ia tertawa pelan. "Kau sudah selesai bermain dengan anak-anak itu?" Nara mengangguk. "Hm, mereka benar-benar anak-anak yang menyenangkan, kuharap suatu saat nanti aku bisa memberikan mereka latihan memanah. Setidaknya mereka harus bisa melindungi diri mereka sendiri jika sewaktu-waktu ada serangan yang tak terduga, entah dari mana pun itu." "Kau berkata begitu seakan-akan kalau nanti akan ada sebuah serangan mengerikan yang menyerang desa kita," ujar Yooshin. Helaan napas terdengar. Nara lalu mendudukkan tubuhnya di sebelah Yooshin dan menatap lurus ke arah anak-anak yang m

