Keberadaan Nara tak tercium sama sekali, tak seperti biasanya. Moa berjalan menyusuri keramaian, berharap menemukan sesuatu yang menarik namun nyatanya tidak. "Ke mana gadis itu?" ujarnya pelan seraya menatap ke sekelilingnya. Pedangnya juga sama sekali tak merasakan keberadaan gadis itu. "Paman?" Moa tersentak pelan saat seseorang berujar padanya. Lelaki itu menoleh dan mendapati seorang gadis kecil yang terlihat tak asing. Kedua alisnya seketika bertaut, mencoba mengingat-ingat sosok gadis kecil itu. "Paman masih ingat aku? Aku yang pernah diselamatkan oleh Paman beberapa hari yang lalu," ujar si gadis. Kedua mata Moa mengerjap dua kali. Perlahan kedua sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan ke atas, ia lantas mengusap puncak kepala dari gadis itu. "Ah, iya. Aku ingat. Baga

