“Eyang!!!!”jerit si kembar menubruk tubuh papa mertuaku yang datang. Aku dan Nino tertawa melihatnya. “Ngapain pah?”tegur Nino meniruku dan si kembar yang mencium tangan papa mertuaku. “Anak anakmu telepon papa minta jalan jalan”jawabnya. Nino langsung terbelalak. “Kamu mulai aja mikir rancangan rumah sakit untuk eyang ti,papa mau pergi sama si kembar”lanjut papaku dan si kembar bersorak. Papa mertuaku juga sih demen cari gara gara. "Pah berhenti nurutin rengekan anak anakku"pinta Nino. "Alasannya?"tanyanya santai. "Mereka anakku pah,biar mereka merengek sama aku"keluh Nino. "Lah mereka juga cucu papa,masalahnya apa?,salahmu sendiri,masa beliin mainan aja ga bisa,atau ajak mereka piknik ga mampu,duitmu habis?"ledek papa mertuaku lagi. Aku menahan senyum melihat suamiku mulai men

