159.Berdamai Dengan Rasa Kehilangan

2320 Kata

"Biarin Non,dari dulu laki lo gitu kan?"kata Omen menahanku ketika aku bermaksud menyusul Nino. "Dari dulu?"tanyaku. "Ya dulu...sewaktu elo mutusin dia,sewaktu dia liat elo sama Ben!"kata Omen mengingatkan. "Tapi dia masih ngamuk kan?,ini sama sekali tanpa ekspresi Men,ini nyeremin!"keluhku. "Kita lihat seminggu ini ya!,kalo ga berubah biar gue sama yang lain coba ngomong!"kata Omen. Akhirnya aku hanya mengangguk setuju.Berita tentang kematian eyang kung selama 3 hari ramai di televisi.Dan Nino selalu mematikan televisi jika berita itu muncul lalu hilang lagi di ruang kerjanya.Si kembar pun merasakan perubahan ayahnya. "Bun...ayah kok diam aja sih?,aku kangen ayah teriak teriak!"kata Maura lesu. "Aku kangen ayah cium bun!"kata Kimmy sedih lalu memelukku. Maura memelukku juga. "Aya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN