Setelah duka kepergian Shaki,putri Omen berlalu,dan kami bisa melewatinya karena saling membantu satu sama lain,giliran Nino yang harus berdarah darah karena eyang kungnya harus berpulang. Masih aku ingat,gimana pagi pagi,sepulang kami dari liburan ke Bali atas permintaan si kembar,sebagai hadiah karena mereka menurut pada kemauan Nino supaya mereka menjalankan general check up di rumah sakit.Semua Nino lakukan karena ketakutannya si kembar kena penyakit parah.Nino tidak mau seperti Omen yang tau belakangan soal penyakit Shaki. Pagi itu Nino membangunkanku,yang biasanya membiarkan aku tidur setelah absen subuh apalagi aku yang lelah karena kepulangan kami dari Bali. "Kemana?"tanyaku. "Suatu tempat Yang!,ayo nanti kita terlambat!"paksa Nino sambil menyibak selimut yang menutupi tubuhku.

