157.Yang Terdalam

3100 Kata

Kita tinggalkan sebentar soal kelakuan kedua anak dan suamiku.Aku mau cerita soal duka yang pernah kami alami.Ya,hidup tidak selalu berjalan mulus bukan??.Kalo ada bahagia,pasti ada duka. "Ngomong ga No!,puyeng gue liat lo mondar mandir ga jelas"komen Karin Kami di kumpulkan Nino sore ini di ruang kerjanya.Minus Max dan Katrine,eh Omen dan Mia juga sih. "Yang ...."tegurku. Nino menghela nafas pelan. "Omen ngabarin gue,Shaki kena kanker otak stadium lanjut.Dan jangan minta penjelasan apa pun saat ini.Yang penting kita sebisa mungkin ada di Singapur temenin Omen sama Mia,Shaki harus di rawat intensif"desis Nino pelan dan membuat kami semua terperangah. Kami diam. "Gue udah suruh Omen pindahin Shaki ke Mount Elizabeth Singapur,sekarang gue tanya kalian semua,siapa yang bisa ikut gue ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN