Aku membiarkan Nino memeluk tubuhku sampai aku merasa dadaku sesak karena eratnya Nino memelukku. “Aku bersyukur Non kamu terbangun dari tidurmu” ungkapnya dengan Isak tangis. Aku tersenyum, dalam pelukannya. Emak emak lain yang ikutan menangis. Kalo aku justru merasa lega karena Nino sudah bangun, jadi bukan rasa sedih yang aku rasakan justru rasa gembira. “Non...kok kamu gak balas pelukanku?” tanya Nino menyadari kejanggalan. Aku tersenyum menatapnya saat dia berhasil melepaskan pelukannya. “Kamu gak kangen aku?” tanyanya ganti meraih kedua tanganku lalu menciuminya. Aku tersenyum lagi saat dia menaruh telapak tanganku di pipinya. “Kamu ngambek ya karena pas kamu bangun, aku malah tidur. Maafin ya Yang” kata Nino dan membuat Isak tangis Sinta terdengar jelas. Nino sampai

