"Om Ino......."jerit Timmy berlari menyambut aku dan Nino di pintu kedatangan bandara Changi Singapure. "Jagoan om!"kata Nino menangkap tubuh mungil Timmy. Omen dan Mia menghampiri kami sambil bergandengan tangan. "Apa kabar Non?"tanya Omen sambil mencium pipiku dan memelukku lalu mengacak rambutku. "Baik Omen curut"jawabku. Omen tergelak. "Welcome Non!"sambut Mia istrinya kami lalu bercipika cipiki dan berpelukan. Suamiku dan Omen sudah berangkulan khas lelaki dengan Timmy di gendongannya. "Elo hamidun lagi Mi?"tanya kaget karena pas pelukan tadi aku merasa perut Mia agak gendut. Mia tertawa pelan. "Kebobolan"cetusnya. Kami tertawa. "Kayanya baru seminggu lalu ada yang ngeluh lakinya sibuk sekarang malah hamil"kata Nino mencium pipi Mia juga lalu memeluk tubuh Mia dengan tanga

