“ Mah, aku di perpus ya!, bilang Nino kalo cari aku!” pamitku pada mamaku yang masih sarapan. Mamaku hanya mengangguk. Nino sedang menjalankan tugasnya mengantar si kembar sekolah, jadi aku punya kesempatan membaca buku curhatannya. Hal pertama yang aku dapatkan dari membaca lembar demi lembar pertama curhatan Nino adalah aku yang tertawa, mendapati gimana brengseknya suamiku, juga obrolan konyol dirinya dengan trio curut. Mereka ternyata sedalam itu bersahabat. Lalu merona di bagian dia bercerita gimana dia mengagumi aku, yang menurutnya cantik. Lalu aku mengerutkan dahiku di bagian dia make love pertama kali dengan anak kuliahan kenalan Reno sepupunya, yang masih b******k sampai hari aku baca tulisan Nino. Mau marah tapi aku terlanjur janji untuk tidak marah. Lalu bagian Nino menyat
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


