174. Proyek Tentang Rasa

2004 Kata

Tidak hanya longgar soal makanan, Nino juga longgar soal pakaianku dan kedua anakku. Aku yang menunggu dua anakku protes saat Nino mengizinkan mereka pakai baju kurang bahan yang awalnya hanya boleh aku dan si kembar pakai di rumah. “Benaran deh, aku yakin ayah dusta bilang sayang kita” omel Maura yang selalu berani mendebat Nino. Nino tertawa. “Atas dasar apa?” jawab Nino masih santai menanggapi. “Ini baju tanktop ayah, trus celananya pendek banget, biasanya ayah suruh kita pake switer sama stoking” omel Kimmy gemas. Nino tertawa lagi. “Cuacanya panas, nanti kalian gerah” jawab Nino. Si kembar saling menatap lalu kompak duduk di sofa ruang tengah bergabung denganku yang dari tadi diam dan sudah rapi berpakaian dengan gaun pendek pilihan Nino. Kalo Nino yang mode sakit jiwa, pasti a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN