164.Tegang

2418 Kata

“Non…sayang…” Aku berusaha mengerjapkan mataku dan meremas tangan yang sedang menggosok tanganku dengan tergesa. “Ino…”desisku setelah berhasil membuka mataku. “Alhamdulilah…”desis suara koor pelan. Aku tersenyum menatap orang orang yang mengelilingiku di ranjang kamar hotel. “Kalo kamu gak enak badan kenapa kamu gak bilang?”tanda Nino dengan gurat wajah cemas. Aku tersenyum. “No!!,cuma ada dokter Sabrina”suara Karin yang menyimak kerumunan keluargaku. Nino langsung bangkit dari tepi ranjang. “Dokter periksa istriku”pinta Nino mempersilahkan. Aku tersenyum lagi saat dokter Sabrina mendekat dan duduk di tepi ranjang dengan gaun pestanya yang cantik.Karin berdiri tak jauh dari dokter Sabrina sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit karena kehamilannya. “Ayo dokter periksa”per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN