“Ino...”desisku menjeda obrolan Nino dan dokter yang aku kenali sebagai dokter Sabrina. “Sayang...”jawab Nino dan mendekat ke arahku yang tertidur di ranjang rumah sakit. “Aku mau pulang”rengekku. “Nanti ya!”jawab Nino “Aku mau sama anak anak Yang”rengekku berusaha bangkit tapi selang infus menghalangi gerakanku. “Anak anak aman sama mamaku dan mamamu,lagi pula kalo mereka lihat kamu sakit malah mereka ikutan cemas.Aku nanti jadi sibuk menenangkan mereka di banding mengurus mereka.Sabar ya Non”katanya lagi bersamaan dengan usapannya di rambutku. Benar juga,kasihan si kembar. “Mending bobo ya!,pulihkan dulu kondisimu.Baru aku pertimbangkan untuk bawa kamu pulang”perintah Nino. “Bobo Mrs.Suamarin,suami anda gak akan kemana mana”suara dokter Sabrina. “Aku kenapa dokter?”tanyaku. Dok

