“Bunda....” Aku menggeliat mencari sumber suara.Yang aku lihat sekelilingi justru pendar cahaya terang. “Bunda...Dede Alde Bun”suara lagi. Aku bergerak lagi mencari sumber suara sampai aku menyipitkan mataku agar aku bisa tetap berjalan sampai aku menemukan bocah lelaki hanya memakai baju panjang putih berdiri menatapku. “Al...”desisku mendekat karena dia tersenyum. Garis senyum Nino.Astaga...matanya biru terang dengan rambut ikal kecoklatan.Dia meloncat kegirangan melihatku mendekat sampai rambut ikal keritingnya mengingatkanku pada papaku. “Dede....”desisku mendekat lagi. Dia tersenyum lalu diam menyambutku.Tapi langkahku tertahan di tempat. “Dede sama siapa?”tanyaku. Dia menggeleng dengan wajah menggemaskan dan senyum jenaka. “Sendiri.Bunda sama siapa?”tanyanya jenaka dan aku

