Radika

1166 Kata

"Nda?" Suara tersebut terdengar tak asing di telinganya. Mengikuti arah pandang Dika, matanya membeliak mendapati sosok yang memanggilnya. Dinda tidak sedang berhalusinasi, 'kan? Sosok Nathan tengah berdiri tak jauh darinya. Melambaikan tangan sembari tersenyum manis, seolah hubungan mereka baik-baik saja setelah lama tak berjumpa. Seiring langkah lelaki itu, jantungnya berdegup kencang. "Ayo! Mau pulang, 'kan?" Kedatangan mantan kekasihnya bak alarm penyelamat. Dinda hendak mengatakan iya, tapi kilasan mengenai hubungan keduanya yang sudah berakhir membuatnya kembali mengatupkan mulut. Melihat keraguan di matanya, Nathan menghela nafas dalam. Kedatangannya yang tiba-tiba mungkin membuat gadis itu terkejut. Sebenarnya Nathan hanya berniat memastikan kebenaran ucapan Naina. Namun, niat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN