Kita hanya perlu jarak. Maka, waktu akan membuat semua terbiasa. Terbiasa tanpa kamu, juga terbiasa dengan rasa hampa. *** Tak terasa satu bulan telah berlalu. Nathan sudah kembali pada rutinitasnya. Kisah percintaannya masih seperti dulu, tak ada kemajuan sama sekali. Dinda masih tak tersentuh untuk membalas pesannya, bahkan tidak pernah dapat ia temui lagi di lingkungan kampus. Satu minggu terakhir mereka di sibukkan dengan kegiatan magang. "Kalau laptopnya gak kamu gunain, mending dimatiin aja." Suara itu membuyarkan lamunannya. Saat menoleh, ia menemukan keberadaan sahabatnya yang tengah memeluk beberapa buku tebal. Naina mendudukkan diri di sebelahnya. Mulai membuka benda persegi yang ia keluarkan dari ransel. Selain magang, mereka juga sibuk melakukan bimbingan untuk mengajuk

