Nathan memandang lelaki yang usianya beberapa tahun lebih tua darinya. Radika, ia sengaja mengajak lelaki itu bertemu setelah meminta nomornya pada Dinda. Tentu sang kekasih mewanti-wanti untuk tidak berbuat macam-macam. Ia menatap lelaki di depannya dengan berusaha tenang. Radika tampak tak nyaman bahkan sama sepertinya yang mencoba untuk tak saling memperlihatkan tatapan tidak suka. Nathan selama ini sudah cukup bersabar dengan sikap lelaki itu yang terus mengganggu kekasihnya. Tsk, tidak tahu malu. "Anda sepertinya sudah tau, kenapa saya mengajak bertemu," ucap Nathan memulai pembicaraan. Tentu saja ia ingin segera beranjak. Namun, demi Dinda, ia harus bisa memastikan kalau Dika akan berhenti mengganggu hubungan mereka. "Saya tahu, Dinda memang begitu mudah disukai, tapi bisakah and
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


