Keraguan itu setan yang tersimpan dalam jiwa, membuat sesat bagi insan yang bernyawa Sore harinya, hujan sangat deras melanda kota. Kalea dan anak-anaknya diam tak berkutik di dalam rumah. Hanya beraktivitas di dalam rumah saja; Kalea yang menikmati dunia bacanya dan Ayya sedang bermain mobil remotnya. Walaupun dia—Ayya perempuan tapi suka bermain mobil-mobilan. Saat ada petir menyambar, tampak semua terperanjat. Ayya yang posisinya jauh dari bundanya itu langsung berlari mendekat dan memeluknya. Sementara Akala, Kalea langsung menggendongnya yang sebelum itu tiduran di atas kasur depan televisi. "Bunda, Ayya takut." gumam Ayya yang sedang bersembunyi dibalik ketiak bundanya. "Ssstt.. makanya diem," tutur Kalea, karena ia sendiri pun juga merasa takut. Namun tak orang selain dirinya

