POV Dirgantara al-Fatih Semua indah pada waktunya, begitulah akhir kisahku. Bahagia, tentu saja. Wanitaku kembali ke pelukanku. Sedikit drama, aku merendahkan diri—meminta bahkan memohon pada calon suaminya. Jangan menceramahiku jika agama melarang mengambil pinangan saudaranya. Kalea itu punyaku, Ayya dan Akala itu anak-anakku. Cukup aku yang menjadi suami dan ayah mereka. Jangan ada yang lain. Aku kembali pada Kalea bukan karena gagal move on tapi aku mengambil apa yang masih menjadi hakku. Biarkan aku egois di sini. Toh, aku meyakini bahwa Kalea pun masih dan akan tetap mencintaiku. "Mas." Runguku mendengar suara Kalea memanggil, aku yang sedang menjaga anak-anak seketika mendongak. Posisinya berada di antara dapur dan ruang keluarga. "Mau makan sama apa?" tanyanya. Aku

