Mungkin namamu di hati sudah musnah, tapi kenapa parasmu di mataku masih selalu indah Sepulangnya Nofic, Kalea segera menjemput Ayya di sekolah. Ia tak ingin mengingkari janjinya pada Ayya yang nanti malah merajuk lagi padanya. Begitu Kalea tiba di sekolah Ayya, tepat sekali waktunya karena para murid telah berhamburan. Namun Kalea langsung terkejut melihat Ayya yang menangis seraya dituntun gurunya, adik dari Nofic. Kalea tak ingin memendam rasa penasarannya itu langsung menghampiri Ayya. "Kenapa sayang?" tanya Kalea begitu ada dihadapan Ayya. Kalea menatap guru dan Ayya bergantian. "Bun-nda." Ayya langsung memeluk bundanya. "Temen Ayya nakal, hiks.." Kalea menatap guru Ayya meminta penjelasan dan guru Ayya itu langsung paham dengan maksud Kalea. "Ayya tidak punya teman, Bu. Ka

