Chapter Fourty Two

931 Kata

  "Hai." Aku menyapa Steve yang berdiri bersandar pada meja yang dipenuhi minuman dan aneka kue di belakangnya.   "Hai." Steve juga menyapaku dengan antusias. "Selamat ya, atas kemenangan lo."   "Thanks." Aku tersenyum dan berterima kasih padanya.    "Lama ya, nggak ketemu lo." Akhirnya aku memulai obrolanku dengannya. Masalah pertemuan, yang memang sudah seminggu ini kami tidak berjumpa.   "Kenapa? Lo kangen sama gue?" Ia bertanya dengan sejuta ke-pede-an yang ia miliki.   "Dikit."   "Cuma dikit?"   "He'em." Aku mengangguk. "Kenapa emangnya?"   "Kalo gue banyak," jawab Steve yang langsung membuat pipiku memerah layaknya kepiting rebus.   "By the way, gimana hari-hari lo tanpa gue?" Aku bertanya mengalihkan topik pembicaraan kami sebelumnya.   "Maksud lo?"   "Yaaa... Lo ngapain

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN