Chapter Twenty Six

868 Kata

  Sate?! Jauh-jauh datang ke Singapura, makanannya sate juga? Emang nggak ada hidangan lain apa? Yang lebih khas dari Singapura gitu? Kalo sate sih, sama aja dong kayak di Indonesia?   Berbagai pertanyaan itu muncul begitu saja dalam benakku, begitu melihat hidangan makan siang yang tersaji di hadapan kami saat ini. Hingga beberapa detik berlalu, kami masih terus memandangi puluhan tusuk sate tersebut. Sejenak, kami saling memandang satu sama lain. Sama-sama kecewa akan sajian makan siang kali ini.   "Sebenarnya ada makanan khas lain selain sate, tapi Ibu takut kalian nggak suka..." tutur Bu Rita yang menyadari kekecewaan di wajah kami semua. "Kalo sate kan, kalian udah pasti doyan! Makanya Ibu pesennya sate."   "Yaaah Ibu, kalo cuma sate gini sih, nggak usah jauh-jauh ke Singapore Bu!"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN