Aku berhenti sejenak ketika melihat pintu lift terbuka, dan mendapati cewek itu berdiri dan menatapku dengan segala keangkuhannya. Berdiri, di dalam lift, sendirian lagi. Masa sih aku harus berdua dalam satu lift bersama Nadine? Cewek ngeselin yang mau nggak mau harus jadi partner dalam satu timku ini? Tapi berhubung aku tak ingin menunda waktu lebih lama lagi, jadi dengan sangat sangat terpaksa, aku masuk ke dalam lift itu. Pintu lift tertutup, dan kami berdiri berjauhan dalam diam. Beberapa detik berlalu, bahkan mungkin sudah lebih dari satu menit pintu lift ini tak kunjung terbuka. Atau mungkin ini hanya perasaanku saja? Karena berduaan bersama cewek menyebalkan, jadi waktu pun terasa enggan untuk berlalu. "Kok lama sih..." desah Nadine. Mendengar keluhan cewek itu, barulah

