Sebuah lampu menyala sangat terang di atas tempatku terbaring lesu. Sinar terangnya begitu menyilaukan mata. Mata yang baru saja terbuka, mata yang entah sudah berapa lama tak memandang indahnya dunia. Pandanganku menyapu seluruh ruangan yang didominasi oleh warna putih ini. Tidak terlalu luas, namun juga tak begitu sempit. Kulihat Kak Ocha, Jo dan Vino tengah asyik ngobrol di sofa tak jauh dari tempat tidurku. Kulihat juga selang oksigen terpasang di kedua lubang hidungku, begitu juga selang infus yang tersalur melalui salah satu tanganku. Tidak salah lagi, ini pasti rumah sakit! Tapi kenapa aku bisa dirawat di rumah sakit? Aku berusaha mengingat-ingat mengenai bagaimana aku bisa sampai masuk rumah sakit ini. Perlahan, bayangan kejadian itu mulai terekam kembali di otakku. Kej

