Chapter Twenty Nine

1395 Kata

  Aku telah kembali ke hotel tempat kami menginap. Karena keadaanku sudah cukup membaik, jadi aku tak perlu untuk menginap di rumah sakit. Senang rasanya bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Tertawa, ngobrol, bercanda bersama teman-teman yang lain.   Jujur, sebenarnya aku sangat merindukan rumah. Aku rindu saat-saat bersama Papa. Mungkin kalau di rumah, saat ini aku tengah berebutan remot tivi dengannya. Sama seperti sore-sore yang sebelumnya.   Aku rindu Nenek. Aku rindu omelannya, aku rindu saat-saat ketika aku melihat wajahnya ketika ia marah, aku rindu suaranya yang tegas dan tidak mau mengalah. Tapi aku juga rindu kelembutannya, kasih sayangnya, juga pelukan hangatnya.   Sekolah. Aku juga rindu dengan satu tempat itu. Aku rindu Meta, teman yang biasanya selalu ada, tapi kini ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN