Chapter Eight

756 Kata

  Aku hanya duduk diam di samping Meta. Satu porsi ketoprak yang kini tersaji di hadapanku tidak kusentuh sedikit pun. Pandanganku lurus ke depan, kosong dan tanpa fokus pada suatu apa pun. Aku duduk tegak dengan tangan kiri yang menopang daguku sementara tanganku yang lain hanya dapat memutar-mutar sedotan dalam gelas yang berisi es teh di dalamnya.   "Lo nggak makan, Stell?" tanya Meta setelah ketoprak yang ia pesan telah habis dilahapnya.   Aku menggeleng lemas, "Kalo lo mau, makan aja!" Aku menggeser piring berisi ketoprak yang kupesan itu hingga berada di depan Meta.   "Ogah ah, gue udah kenyang."   "Oooh..."   "Eh, liat deh! Itu Steve kan?" tanya Meta dengan pandangannya yang mengarah ke pintu kantin. Dan ketika aku ikut melirik, aku juga dapat melihat kedatangannya.   Steve b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN