Aku melihat bayanganku sendiri di balik cermin setinggi dua meter yang terpasang di dinding kamarku. Wajah itu tersenyum manis memandangku. Wajah dengan kedua bola mata berlensa hitam kecoklatan, yang selaras dengan rambutnya yang juga berwarna hitam kecoklatan. Rambut yang lurus dan sedikit bergelombang di ujungnya. Banyak yang bilang kalau warna coklat itu karena rambutku rusak. Mungkin itu benar, karena aku jarang merawat rambutku. Keramas hanya dua kali dalam seminggu, sering terpapar sinar matahari, dan nggak pernah pergi ke salon untuk creambath atau perawatan rambut lainnya. Tapi apa pun itu, aku suka rambutku. "Perfect!" Aku bergumam ketika melihat bayanganku di depan cermin yang tengah tersenyum sama persis dengan senyumanku. Aku melirik sejenak seragam putih abu-abu yang

