Dapat kulihat suasana kelas yang ramai ketika aku masuk ke dalamnya. Ramai oleh siswa yang kebanyakan dari mereka sedang sibuk menyalin jawaban dari sumber-sumber terpercaya. Di atas meja berserakan buku-buku catatan yang tak beraturan. Suasana khas tanda bahwa hari itu ada pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Aku segera menuju ke tempat dudukku. Baris kedua dari barisan yang paling belakang. Di situ sudah ada Mia dengan posisi duduk menghadap ke belakang. Sepertinya ia sedang asyik menyalin jawaban bersama Dera dan Vanya. Segera aku menghampiri mereka. "Heh, minggir lo dari lapak gue!" Aku berteriak sambil menepuk bahu Mia agar ia mau menyingkir dari tempat dudukku. Mereka bertiga tertawa mendengar kata-kata yang baru saja kuucapkan. "Hahahaaa... Lapak? Apaan tuh?" Mia ber

