Chapter Fifteen

1211 Kata

   Aku berjalan menyeberangi lapangan basket yang luas ini bersama Meta, teman sebangkuku yang cantik, judes dan juga cerewet itu. Kami melangkah berdampingan dengan tangan yang saling bergandengan. Sepanjang perjalanan hanya kami isi dengan diam. Hingga akhirnya kami sama-sama sampai di parkiran sekolah ketika Meta mulai mengeluarkan suaranya.   "Ekhem. Gue.. Gue duluan ya?!" Meta tersenyum lalu langsung berlari meninggalkanku sendirian di parkiran ini. Aku yang ditinggalkannya hanya diam dan memperhatikan kepergiannya dengan rasa kebingungan dalam diriku.   Kenapa Meta tiba-tiba pergi gitu aja? Meninggalkanku sendirian tanpa penjelasan. "Mungkin cowoknya udah nunggu di gerbang kali ya?!" Aku bergumam lalu kembali melangkahkan kaki menuju pintu gerbang yang memang masih cukup jauh dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN